|
Bengkulu, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI George Toisutta mengatakan Tentara Nasional Indonesia lebih mengedepankan peningkatan sumber daya manusia prajurit dari pada menambah personel.
"Kita lebih mengedepankan peningkatan sumber daya manusia (SDM), dibandingkan dengan membeli peralatan dan menambah personel," kata Jenderal George dalam kunjungan kerjanya di Bengkulu, Rabu.
Ia menjelaskan bila mengacu kepada negara maju, peralatan TNI masih jauh tertinggal, sebab peralatan yang ada saat ini merupakan produk lama sehingga tidak maksimal kemampuanya.
Namun, khusus di Korem 041 Garuda Emas (Gamas) Bengkulu ada tiga Markas Komado Distrik Militer (Kodim) yang ada saat ini tetap akan dioptimalkan perlatannya seperti Kodim 0408 membawahi wilayah Kabupaten Bengkulu Selatan, Kaur, dan Seluma.
Sedangkan Kodim 0409 membawahi Kabupaten Rejang Lebong, Lebong dan Kepahiang, serta Kodim 0423 untuk wilayah Kabupaten Bengkulu Utara, Mukomuko dan Bengkulu Tengah, dan Kota Bengkulu memiliki Kodim tersendiri.
Sementara daerah yang belum terbentuk Kodim sudah ada kantor perwakilan yang dipimpin oleh perwira penghubung, sehingga komunikasi tetap jalan untuk mengamankan wilayah teritorial masing-masing.
Bahkan di tiap desa juga ditempatkan anggota walaupun masih ada yang membawahi hingga tiga desa, tetapi mereka secara rutin terus memantau desa yang menjadi tanggung jawabnya sehingga ketika ada ancaman gangguan keamanan dengan cepat diketahui.
"Sebab itu untuk menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) peran serta masyarakat mutlak diperlukan bekerja sama dengan TNI," ujarnya.
KSAD menambahkan pada tahun ini belum ada pembentukan Kodim di Provinsi Bengkulu, karena jika ditambah otomatis menambah personel dan biaya operasional.
Sedangkan anggaran untuk pertahanan dan keamanan terbatas sehingga peralatan persenjataan TNI pun masih minim, sebab untuk pengadaan peralatan yang kebanyakan didatangkan dari luar negeri harganya sangat mahal, katanya.
Sumber : Antara
Kembali
|