|
Kendari, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Kendari, Sulawesi Tenggara (sultra), membina masyarakat di wilayah pesisir untuk mengurangi kegiatan pemboman dan pembiusan ikan.
"Pembinaan masyarakat pesisir ini merupakan salah satu tanggung jawab TNI AL untuk ikut serta menegakkan hukum terutama untuk menekan aksi pemboman dan pembiusan ikan di laut," kata Komandan Lanal Kendari, Kolonel Laut (P) Yuwono, di Kendari, Selasa.
Ia menambahkan, pihaknya membina masyarakat pesisir yang umumnya berprofesi sebagai nelayan itu, dengan mengarahkan mereka menangkap ikan dengan cara yang ramah lingkungan.
Sejumlah wilayah pesisir yang mendapat binaan antara lain di Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan, dan Kecamatan Bajo Mekar, Kabupaten Konawe.
Lanal Kendari juga memberikan bantuan alat tangkap berupa jaring, sehingga diharapkan akan mempermudah masyarakat menangkap ikan tanpa harus melakukan pemboman atau pembiusan ikan di laut.
"Sejak upaya ini dilakukan dalam tahun ini, laporan mengenai kasus pemboman dan pembiusan ikan di laut mulai berkurang. Oleh karena itu, kami harapkan bisa berkelanjutan dan juga didukung oleh intansi lain seperti Dinas Kelautan dan Perikanan," ujarnya.
Yuwono juga meminta partisipasi masyarakat untuk membantu tugas Lanal Kendari dengan memberikan laporan mengenai aksi pemboman di wilayah hukum Lanal Kendari.
Selama tahun 2010, kata dia, Lanal Kendari sering menerima laporan kasus pemboman dan pembiusan ikan di laut, namun para pelakunya tidak diproses secara hukum, sebab pihak Lanal masih mengutamakan tindakan persuasif untuk membangun kesadaran nelayan.
"Saya rasa tindakan persuasif lebih bijaksana, sebab para nelayan kita juga butuh mata pencaharian, sebab kalau kita langsung proses secara hukum, bagaimana nasib keluarganya. Ini harus kita pikirkan juga," ujarnya.
Sumber : Antara
Kembali
|