::Departemen Pertahanan RI::
Informasi Simak BMN
Aplikasi Personil
Buku Putih Th. 2008
Defence Media Centre ( Berita Pertahanan)
Electronic Procurement
Webmail Dephan

     Dephan Link

     Organisasi
Setjen
Itjen
Ditjen Strahan
Ditjen Renhan
Ditjen Pothan
Ditjen Kuathan
Ditjen Ranahan
Balitbang
Badiklat
Pusdatin
Pusku
Puskod
Pusrehab

TNI AL KENDARI BINA MASYARAKAT PESISIR

Kendari, Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Kendari, Sulawesi Tenggara (sultra), membina masyarakat di wilayah pesisir untuk mengurangi kegiatan pemboman dan pembiusan ikan.

"Pembinaan masyarakat pesisir ini merupakan salah satu tanggung jawab TNI AL untuk ikut serta menegakkan hukum terutama untuk menekan aksi pemboman dan pembiusan ikan di laut," kata Komandan Lanal Kendari, Kolonel Laut (P) Yuwono, di Kendari, Selasa.

Ia menambahkan, pihaknya membina masyarakat pesisir yang umumnya berprofesi sebagai nelayan itu, dengan mengarahkan mereka menangkap ikan dengan cara yang ramah lingkungan.

Sejumlah wilayah pesisir yang mendapat binaan antara lain di Kecamatan Moramo Kabupaten Konawe Selatan, dan Kecamatan Bajo Mekar, Kabupaten Konawe.

Lanal Kendari juga memberikan bantuan alat tangkap berupa jaring, sehingga diharapkan akan mempermudah masyarakat menangkap ikan tanpa harus melakukan pemboman atau pembiusan ikan di laut.

"Sejak upaya ini dilakukan dalam tahun ini, laporan mengenai kasus pemboman dan pembiusan ikan di laut mulai berkurang. Oleh karena itu, kami harapkan bisa berkelanjutan dan juga didukung oleh intansi lain seperti Dinas Kelautan dan Perikanan," ujarnya.

Yuwono juga meminta partisipasi masyarakat untuk membantu tugas Lanal Kendari dengan memberikan laporan mengenai aksi pemboman di wilayah hukum Lanal Kendari.

Selama tahun 2010, kata dia, Lanal Kendari sering menerima laporan kasus pemboman dan pembiusan ikan di laut, namun para pelakunya tidak diproses secara hukum, sebab pihak Lanal masih mengutamakan tindakan persuasif untuk membangun kesadaran nelayan.

"Saya rasa tindakan persuasif lebih bijaksana, sebab para nelayan kita juga butuh mata pencaharian, sebab kalau kita langsung proses secara hukum, bagaimana nasib keluarganya. Ini harus kita pikirkan juga," ujarnya.


Sumber : Antara

Kembali




 
     Berita Terkait
TNI AL INTENSIFKAN PENJAGAAN PULAU TERLUAR TOLITOLI
PANGLIMA TNI TUNGGU HASIL PERUNDINGAN 6 SEPTEMBER
MENHAN: TIDAK ADA PENINGKATAN KEKUATAN DI PERBATASAN
MENHAN: JANGAN REMEHKAN KEKUATAN INDONESIA
WAASOPS PANGLIMA TNI TUTUP LATIHAN SATGAS KONGA
PANGLIMA: TNI SIAP BANTU PINJAMKAN SENJATA
MENHAN: SENJATA KONFLIK ACEH DITENGARAI MASIH BEREDAR
PANGLIMA: SENJATA PERAMPOK BUKAN MILIK TNI
ANGKATAN UDARA RI-PRANCIS MANTAPKAN KERJA SAMA
PANGLIMA: TNI SIAP TEGAKKAN KEDAULATAN NEGARA

     Opsi

 Versi Cetak  Versi Cetak





Kemhan RI ©2010 Jl.Medan Merdeka Barat No. 13-14 Jakarta Pusat
KOTAK POS 2005 JAKARTA 10020
postmaster@dephan.go.id