|
Samarinda - Sebanyak 750 personel Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Yonif 611/Awang Long yang bertugas di kawasan perbatasan RI-Malaysia di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) masih membantu masyarakat dengan menjadi guru.
"Jumlah TNI yang menjadi guru di kawasan perbatasan itu belum berubah, yakni masih tetap 750 personel dari Yonif 611, karena memang belum ada pergantian pasukan hingga kini," kata Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 091/ASN, Mayor Inf Baharuddin, di Samarinda, Selasa.
Ia mengatakan mereka menjadi guru secara sukarela karena memang TNI melihat di kawasan perbatasan masih kekurangan guru, sehingga para prajurit itu dengan senang hati memberikan pelajaran tentang baca dan tulis.
"Oh tidak, kami tidak melakukan kerja sama dengan dinas pendidikan provinsi atau kabupaten/kota supaya mendapat gaji tambahan atau meminta bayaran. Kegiatan ini murni dilakukan karena memang itulah yang dibutuhkan warga setempat," katanya.
Selain itu, katanya, TNI yang bertugas di perbatasan mulai dari Kabupaten Nunukan hingga Kabupaten Kutai Barat itu juga memberikan pelajaran tentang wawasan kebangsaan kepada siswa di kawasan itu.
Para TNI itu bertugas di sejumlah pos sepanjang garis perbatasan yang panjangnya mencapai 1.038 kilometer, sedangkan jumlah pos yang ada di kawasan itu hingga kini mencapai 27 pos.
Namun, Korem 091/Aji Surya Natekesuma (ASN) pada 2010 akan membangun 30 pos baru karena 27 pos yang ada itu dinilai masih kurang. Ke-30 pos itu terdiri dari 21 pos di Kabupaten Malinau, enam pos di Nunukan, dan tiga pos di Kabupaten Kutai Barat.
"Dari informasi yang saya dapat, teman-teman di sana (perbatasan) juga memberikan pelajaran ekstrakurikuler, baik pemahaman tentang NKRI atau tentang wawasan kebangsaan agar para siswa semakin cinta terhadap Indonesia," katanya.
Mereka bukan hanya mengajar anak-anak di waktu siang saja, namun di malam hari, karena sebagian anggota TNI juga mengajarkan mengaji dan baca tulis bagi masyarakat setempat yang sudah biasa mereka lakukan sebagai bentuk pengabdian.
"Jadi, selain para prajurit mengamankan kawasan perbatasan sebagai bakti kepada bangsa dan negara, mereka juga mengabdi kepada masyarakat dengan berbagai kegiatan sosial, termasuk menjadi guru di perbatasan," demikian Mayor Inf Baharuddin.
Sumber : Antara
Kembali
|