::Departemen Pertahanan RI::
Informasi Simak BMN
Aplikasi Personil
Buku Putih Th. 2008
Defence Media Centre ( Berita Pertahanan)
Electronic Procurement
Webmail Dephan

     Dephan Link

     Organisasi
Setjen
Itjen
Ditjen Strahan
Ditjen Renhan
Ditjen Pothan
Ditjen Kuathan
Ditjen Ranahan
Balitbang
Badiklat
Pusdatin
Pusku
Puskod
Pusrehab

KEMHAN BELUM PUTUSKAN "NASIB" PERSENJATAAN TUA TNI

Jakarta - Kementerian Pertahanan (Kemhan) belum memutuskan "nasib" sejumlah alat utama sistem senjata atau persenjataan tua TNI, yang tidak digunakan lagi.

"Ya kami menunggu dari Mabes TNI. Apa usulan mereka bagi sejumlah persenjataan atau alutsista yang tidak lagi digunakan," kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin ketika dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Senin.

Ia mengakui, sejumlah persenjataan atau alat utama sistem senjata tua yang sudah tidak digunakan lagi, juga memerlukan anggaran untuk tetap dipelihara dan dirawat dengan baik.

"Karena itu, kami masih menunggu usulan TNI sebagai pengguna akan diapakan persenjataan-persenjataan yang sudah tidak dipakai itu. Agar kami dapat segera putuskan, apakah dijual kembali, dimuseumkan atau apa," tutur Sjafrie.

Pada kesempatan terpisah, juru bicara TNI Marsekal Muda TNI Sagom Tamboen mengatakan, pihaknya tengah mendata ulang persenjataan atau alat utama sistem senjata tua yang tidak dipakai lagi.

"Pendataan ulang perlu dilakukan mengingat persenjataan dan alat utama sistem senjata TNI itu `kan termasuk Inventaris Kekayaan Negara (IKN) yang harus dipertanggungjawabkan penggunaannya," ujarnya.

Setelah didata ulang, maka dilaporkan ke Kementerian Pertahanan dan Kementerian Keuangan untuk dilakukan "eksekusi" sesuai usulan TNI, kata Sagom menambahkan.

TNI sebelumnya telah menghanggarkan sejumlah pesawat tua, seperti A-4 Sky Hawk yang kini masih berada di Pangkalan Udara Sultan Hassanuddin dan OV-10 Bronco di Pangkalan Udara Abdurahman Saleh.

Selain itu, ada pesawat Nomad TNI Angkatan Laut. Dalam waktu dekat, TNI juga akan melakukan penghapusan sejumlah kapal-kapal jenis "landing ship tank" (LST) eks Amerika Serikat milik TNI Angkatan Laut yang berada di Komando Lintas Laut Militer.

"Biasanya, kami mengusulkan apa yang akan dilakukan terhadap persenjataan atau alat utama sistem tua itu, setelah ada kepastian penggantinya, pesawat atau kapal apa," kata Sagom.


Sumber : Antara

Kembali




 
     Berita Terkait
WAMENHAN: KONTRAK PERSENJATAAN DOMESTIK DIPERPANJANG
KEMHAN JUARAI INDONESIA OPEN SOURCE AWARD 2010
MENHAN SIAP BANGUN INDUSTRI ALUTSISTA DI SURABAYA
MENHAN : RELOKASI PINDAD TERGANTUNG PEMERINTAH DAERAH
MENHAN PRIHATIN PERALATAN MILITER TNI DI PERBATASAN
KSAU : TNI BELI EMPAT PESAWAT TANPA AWAK
TNI AU AKAN BANGUN RADAR DI SINGKAWANG
PANSER VAB TNI DI LEBANON BELUM DITARIK
MENHAN MINTA SEBAGIAN ALUTSISTA DIBUAT DI INDONESIA
KEMHAN JAMIN TAK ADA MAFIA PENGADAAN ALUTSISTA

     Opsi

 Versi Cetak  Versi Cetak





Kemhan RI ©2010 Jl.Medan Merdeka Barat No. 13-14 Jakarta Pusat
KOTAK POS 2005 JAKARTA 10020
postmaster@dephan.go.id