Hari Veteran Nasional 2015

Link DMC
DMC
Info Penting!
Polling
    Bagaimana pendapat Anda mengenai pertahanan Negara saat ini?

    Bagus Sekali
    Bagus
    Cukup
    Kurang
    Jelek


Web Statistic
Total Member : 1
Member Online : 0
Guest Online : 15
Total Visitor : 10356190
Berita Detil

PANGLIMA TNI : REMUNERASI TNI AKAN DITINJAU KEMBALI

Rabu, 30 Januari 2013

Jakarta,Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan pemberian remunerasi kepada prajurit TNI pada 2013 akan ditinjau kembali.

"Dalam waktu dekat akan ditinjau kembali reformasi birokrasi TNI. Manakala ada perubahan reformasi TNI menjadi lebih baik, sangat mungkin remunerasi ditambah. Kalau tetap ya bisa saja tetap, kalau turun ya bisa turun. Remunerasi tergantung pada reformasi birokrasinya," kata Panglima TNI saat jumpa pers Rapim TNI 2013 di Mabes TNI Cilangkap, Jakarta, Selasa.

Saat ini remunerasi prajurit TNI baru sebesar 38 persen dari total gaji.

Menurut dia, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit TNI, salah satunya pemberian remunerasi.

Dalam berbagai sejarah perang, terbukti keberhasilan sangat tergantung pada kondisi prajurit, selain tentunya aspek persenjataan. "Napoleon Bonaparte, yang dalam salah satu doktrinnya menyebutkan prajurit le grand armee yang berperut lapar tak akan dapat memenangkan pertempuran," tuturnya.

Panglima melanjutkan, seorang prajurit mutlak harus dipenuhi kesejahteraannya. "Mereka bukan mesin perang, mereka adalah manusia. Sandang, pangan, dan papan adalah salah satu dari sekian banyak elemen kesejahteraan yang menjadi tugas negara untuk mewujudkannya," paparnya.

Menurut dia, unsur papan yang masih menjadi sorotan masyarakat, dimana banyak prajurit TNI yang masih belum memperoleh rumah dinas atau asrama.

Hingga saat ini, dari jumlah rumah dinas yang terbatas, sebagian masih ditempati oleh keluarga para purnawirawan. Panglima mengaku prihatin melihat kenyataan ini, sebab semestinya telah diserahkan kembali kepada negara untuk dimanfaatkan oleh prajurit TNI aktif.

Kendati demikian, akar permasalahan minimnya ketersediaan rumah dinas bagi para prajurit tidaklah sederhana. Hal ini terjadi karena penyelesaian yang tak kunjung tuntas dari waktu ke waktu, sehingga menjadi problem warisan yang membebani para pejabat saat itu.

Oleh karenanya, dibutuhkan segera upaya penyelesaian yang proaktif dan bijaksana," tegas Agus.

Ia berharap kesejahteraan prajurit TNI dapat ditingkatkan sesegera mungkin karena kesejahteraan prajurit merupakan salah satu fondasi dalam menjaga konsistensi terhadap komitmen, semangat revitalisasi alutsista dan peningkatan profesionalitas dalam rangka menjaga eksistensi peran strategis TNI dalam menjaga dan melindungi Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Rapim TNI ini bertujuan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan pembinaan kekuatan dan kemampuan serta gelar TNI pada 2012, menambah wawasan pengetahuan unsur pimpinan TNI tentang kondisi dan ketentuan yang berlaku berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas TNI tahun 2013. Rapim TNI diikuti oleh 165 peserta terdiri dari 4 pimpinan TNI, 47 pejabat Mabes TNI, 47 pejabat Mabes TNI AD, 35 pejabat TNI AL, 22 pejabat TNI AU dan 10 peninjau.

Sementara itu, Kementerian Pertahanan (Kemhan) berjanji akan terus meningkatkan kesejahteraan prajurit TNI, khususnya menyangkut aspek perumahan pada 2013. Selama 2012 ini upaya peningkatan kesejahteraan prajurit diklaim telah dilakukan di berbagai aspek dengan lebih baik.

Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, mengatakan, Kemhan menempatkan masalah kesejahteraan sebagai salah satu fokus perhatian selama 2012, di luar pembangunan alat utama sistem senjata (alutsista) TNI. Upaya peningkatan kesejahteraan prajurit TNI dan PNS telah dilaksanakan secara bersinambungan sesuai kemampuan anggaran.

Ia menjelaskan, untuk meningkatkan kesejahteraan prajurit TNI dan PNS, Kemhan telah memberikan bantuan dalam berbagai bentuk. "Ada tunjangan cacat, pelayanan kesehatan, perumahan, dukungan perlengkapan perorangan lapangan (Kaporlap), bantuan beasiswa dan tugas belajar, serta tunjangan kinerja," tuturnya.

Untuk masalah perumahan, lanjut dia, pada 2012 telah dibangun rumah bagi prajurit dan PNS, baik berupa rusunawa, rusunami, maupun kepemilikan rumah umum dan khusus. "Pada 2013 akan dilakukan penataan rumah negara dan penyelesaian permasalahan tanah dan bangunan, serta penambahan pembangunan rusunawa, rusunami, dan kepemilikan rumah umum dan khusus," janji Menhan.



Sumber : Antara


Posted by Admin in Kesra dan Personil | Hit : 4666
 

Komentar Pembaca :

Tidak ada komentar.
 

Silahkan berikan masukan anda:

Comment closed