Hari Veteran Nasional 2015

Link DMC
DMC
Info Penting!
Polling
    Bagaimana pendapat Anda mengenai pertahanan Negara saat ini?

    Bagus Sekali
    Bagus
    Cukup
    Kurang
    Jelek


Web Statistic
Total Member : 1
Member Online : 0
Guest Online : 16
Total Visitor : 10198720
Berita Detil

PEMBANGUNAN KANTOR BEA CUKAI TIMOR LESTE "STATUSQUO"

Kamis, 09 Agustus 2012

Jakarta, Lahan pembangunan kantor Bea Cukai Timor Leste merupakan wilayah "statusquo" karena belum ada kesepakatan soal tapal batas kedua negara.

"Lahan tersebut masih 'statusquo', sehingga pembangunannya ditunda," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Hartind Asrin di Kantor Kemhan, Jakarta, Selasa.

Menurut dia, pasukan TNI yang berada di perbatasan NTT-Timor Leste telah melakukan penjagaan sekitar lokasi, dan melarang untuk melanjutkan pembangunan karena galian untuk pembangunan kantor itu masuk ke wilayah Indonesia.

"Pasukan kita 'standby' di sana. Karena mereka (warga Timor Leste) menganggap bahwa daerah tersebut merupakan daerahnya," ucapnya.

Menurut Hartind, masalah ini sudah diklarifikasi kepada Kementerian Luar Negeri dan Mabes TNI, sehingga pembangunannya ditunda.

Sebelumnya, diketahui bahwa pertikaian nyaris terjadi antara warga Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan warga Timor Leste di daerah perbatasan pada Selasa (31/7).

Hal itu disebabkan warga perbatasan Indonesia dan Timor Leste di Haumeni Ana, Kecamatan Bikomi Naiulat, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, terlibat pertengkaran terkait penolakan warga atas pembangunan kantor Bea dan Cukai Timor Leste.

Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, pada Senin (6/8) berharap konflik warga Nusa Tenggara Timur (NTT) dengan warga Timor Leste mengenai tapal batas negara dapat diselesaikan baik-baik.

"Masalah perbatasan itu bukan karena mau menyerobot dan bukan bangunan pemerintah Timor Leste," kata Edhie di Mabesad, Jakarta, Senin.

Menurut dia, masalah tersebut hanya kesalahan bangunan yang dibangun warga Timor Leste.

"Jadi yang membangun bangunan itu yang salah akhirnya menjorok ke daerah kita. Kita selesaikan baik-baik. Kalaupun ada patok yang dicabut itu karena masih ada kesepakatan antardua negara yang belum selesai" ujarnya seraya menambahkan Indonesia dan Timor Leste adalah saudara.

Sumber  :  Antara


Posted by Admin in Keamanan | Hit : 811
 

Komentar Pembaca :

Tidak ada komentar.
 

Silahkan berikan masukan anda:

Comment closed