|
Dukungan
Anggaran Pertahanan Saat Ini Orientasi pembangunan nasional masih
berfokus pada bidang ekonomi, Sedangkan pembangunan bidang pertahanan
kurang mendapat perhatian, seperti ditunjukannya dari kecil jumlah
anggaran yang dialokasikan , Kondisi ini berlaku sejak masa Orde Baru
hingga saat ini.
Selama ini,
penentuan jumlah anggaran pertahanan banyak didasrkan pada faktor
kemampuan keuangan negara dan prioritas pembangunan. Apabila
diperhatikan , saat ini beban dan tanggung jawab pertahanan negara cukup
berat , terutama dengan meningkatnya potensi ancaman dihadapkan kepada
faktor geografi , luas wilayah yuridiksi nasional, perkembangan konteks
strategi, dan kebutuhan standar kemampuan pertahanan negara.
Selama 10
tahun terakhir, anggaran belanja pertahanan RI rata - rata berada di
bawah 1% Pendapatan Domestik Bruto ( PDB ). Seabagai pembanding,
anggaran pertahanan di negara -negara di kawasan Asia Tenggara,
kebanyakan memiliki anggaran pertahanan di atas 1 % PDB masing - masing,
Beberapa negara bahkan mengalokasikan anggaran pertahanan 3% - 5% dari
PDB nya.
Keterbatasan
anggaran pertahanan Indonesia masih dirasakan karena pemulihan ekonomi
negara belum sepenuhnya tercapai. Secara nominal memang terdapat
peningkatan, namun akibat depresiasi nilai tukar rupiah terhadap nilai
mata uang asing, khususnya dollar AS, serta laju inflasi mengakibatkan
nilai riel anggaran pertahanan menurun. Penurunan nilai riel tersebut
sangat membatasi upaya pembangunan kemampuan pertahanan negara.
Alokasi
anggaran pertahanan seperti pada tabel dibawah ini menunjukan bahwa
Anggaran rutin ( Gaji ; Belanja Barang ; Belanja Pemeliharaan ; dan
Perjalanan Dinas ) lebih besar dari pada anggaran pembangunan (
Pembangunan sistem ; Pembangunan personel; Pembangunan fasilitas ; dan
Pembangunan materiel ), Data tersebut memberi gambaran bahwa anggaran
pertahanan lebih banyak digunakan untuk membiayai kegiatan rutin
daripada untuk membiayai pengembangan kekuatan dan kemampuan pertahanan
negara. Rendahnya anggaran pembangunan tersebut sangat menyulitkan untuk
penyusunan program yang besar dalam rangka meningkatkan kemampuan
profesional TNI secara utuh dan meyeluruh.
|
NO |
URAIAN |
TAHUN ANGGARAN |
RATA - RATA/ TAHUN |
|
1999/2000 |
2000 |
2001 |
2002 |
|
I
II |
Anggaran
Pembangunan |
1.756,76 |
1.945,31 |
2.520,85 |
2.880,11 |
2.275,76 |
| Anggaran
Rutin |
8.307,43 |
6.594,42 |
9.150,97 |
9.874,83 |
8.481,91 |
| Jumlah |
10.064 |
8.339,73 |
11.671,82 |
12.754,94 |
10.722,67 |
|
III
IV |
PDB |
1.134.600,00 |
988.300,00 |
1.476.200,00 |
1.685,400,00 |
1.321.125,00 |
| APBN |
231.900,00 |
221.000,00 |
354.500,00 |
344,008,80 |
287.852,20 |
|
V
|
%
PDB |
0,89 |
0,85 |
0,60 |
0,76 |
0,78 |
| %APBN
|
4,34 |
3,80 |
3,29 |
3,71 |
3,79 |
Meningat
keterbatasan anggran , maka prioritas anggaran akan diarahkan untuk
membiayai program - program pembangunan dalam rangka mencapai "
Kekuatan minimal yang diperlukan " . Kekuatan minimal tersebut
disiapkan untuk menghadapi tugas - tugas mendesak.
Proyeksi
ke Depan
Kondisi
nasional ke depan akan banyak dipengaruhi oleh dinamika perkembangan
lingkungan yang berubah dengan cepat dan tidak menentu. Di bidang
ekonomi, prospektif pertumbuhan ekonomi nasional dalam beberapa tahun
mendatang belum menunjukan tanda - tanda menggembirakan. Dengan kondisi
tersebut maka peluang Indonesia dalam menggunakan kapasitas ekonomi
untuk pengembangan kekuatan pertahanan akan sangat terbatas. Hal ini
akan dapat menyulitkan upaya - upaya pemerintah dalam menghadapi ancaman
dan gangguan keamanan yang mendesak. Kesulitan ini akan dapat diatasi
apabila ada kesepakatan politik bersama untuk menambah alokasi anggaran
pertahanan.
Penentuan
alokasi anggaran pertahanan tidak cukup hanya berdasarkan kondisi
ekonomi nasional, tetapi juga perlu didasrkan pada rasio kebutuhan
pertahanan.Pemenuhan rasio tersebut akan membangun kemampuan pertahanan
guna mendukung lancarnya pembangunan nasional. Pembangunan nasional
tidak akan berjalan dengan baik, apabilatidak ditunjang oleh
stabilitas kemanan nasional. Dimasa lalu , kendatipun anggaran
pertahanan sangat kecil, namun stabilitas kemanan nasional relatif
terjaga, Hal itu dapat dipahami, karena adanya tatanan politik yang jauh
berbeda dari kondisi sekarang. Oleh sebab itu , saat ini dan yang akan
datang , kenaikan anggaran pertahanan yang lebih rasional dalam tatanan
politik yang lebih demokratis sangat diperlukan. Proyeksi anggaran
pertahanan untuk dua - tiga tahun kedepan diharapkan dapat mencapai
sekitar 2% dari PDB , dan meningkat bertahap dalam waktu lima tahun ke
depan, Dalam kurun waktu 10 - 15 tahun kedepan, kebutuhan anggaran
pertahanan yang rasional diproyeksikan sebesar 3,68% dari PDB |